Beberapa waktu yang lalu saya pindah hosting. Data-data blog ini di hosting lama saya pindah ke hosting yang baru. Bagaimana caranya?
Karena beberapa waktu yang lalu itu adalah pengalaman pertama saya melakukan perpindahan hosting, mulanya saya cari cara pindah hosting di search engine. Beberapa artikel cara pindah hosting saya coba, ternyata hasilnya tidak memuaskan bagi saya karena terdapat beberapa settingan yang error. Ini dikarenakan di hosting yang baru saya menggunakan domain utama yang baru, sedangkan artikel-artikel cara pindah hosting yang saya ikuti kebanyakan adalah cara pindah hosting dimana hosting yang baru tetap menggunakan domain utama seperti di hosting yang lama. Penjelasannya seperti ini: di hosting yang lama domain utamanya “galuhristyanto.web.id”, sedangkan di hosting yang baru domain utamanya “galuhristyanto.com”. Bukan ganti domain tapi domain utama untuk hostingnya yang berbeda.
Selain itu lokasi untuk mengupload file berubah menyesuaikan nama database di server yang baru. Sebenarnya cara mengubah lokasi upload sangatlah mudah, tapi pada waktu saya melakukan pindah hosting pertama kalinya, saya belum tahu. Lokasi upload file berubah dikarenakan database di hosting yang lama dengan hosting yang baru berbeda. Makanya butuh pengubahan settingan lokasi upload file.
Karena saya bingung dengan ritual pindah hosting yang pertama kali bagi saya, akhirnya saya mencoba-coba (bisa dibilang bereksperimen) melakukan pindah hosting sendiri dengan berpedoman pemahaman pada pengetahuan di artikel-artikel cara pindah hosting yang saya temui.
Berikut Cara Pindah Hosting WordPress ala Galuh Ristyanto:
Cara pindah hosting ini lebih spesifik untuk blog yang menggunakan WordPress. Untuk blog yang menggunakan CMS lain seperti Joomla! misalnya, saya belum mencobanya. Tapi kemungkinan logika caranya sama.
Di Hosting yang Lama (Backup)
- Login ke Cpanel hosting yang lama.
- Cari icon “Backups” dan klik.

- Lakukan proses backup Database (proses download).

- Kembali ke menu utama Cpanel, lalu cari icon “File Manager” dan klik.

- Di menu “File Manager“, masuk ke “public_html/wp-content” lalu backup/download “plugins, themes, dan uploads“.
Setelah proses backup database, plugins, themes, dan uploads; selanjutnya proses migrasi atau pindah ke hosting baru.
Di Hosting yang Baru (Migrasi)
- Login ke Cpanel hosting yang baru.
- Lakukan installasi WordPress yang baru melalui Fantastico, tentunya dengan domain yang sebelumnya. Cara ini tentunya harus mengubah DNS domain ke server yang baru terlebih dahulu, dan tentunya butuh waktu (resolve domain).
Setelah WordPress baru dibuat (tapi menggunakan domain yang lama), selanjutnya lakukan proses migrasi/restore. - Di menu utama Cpanel, cari icon “Backups” dan klik.
- Restore database yang sebelumnya di backup (proses upload).
- Kembali ke menu utama Cpanel, lalu cari icon “File Manager” dan klik.
- Di menu “File Manager“, masuk ke “public_html/wp-content” lalu restore (upload) backup-an “plugins, themes, dan uploads” yang tadi di backup. Otomatis semua “plugins, themes, dan uploads” di blog di hosting yang lama dipindah ke hosting yang baru.
- Kembali ke menu utama Cpanel.
- Cari icon “phpMyAdmin” dan klik.
- Di menu “phpMyAdmin”, pilih database dari database blog yang baru dibuat waktu proses buat blog melalui Fantastico.
- Masuk ke menu “Import” dari database yang dipilih tadi.

- Dalam menu import, upload database blog yang sebelumnya sudah dibackup.
- Setelah itu, coba akses blog tersebut. Jika sama seperti sebelumnya berarti proses pindah hosting berhasil.
Cara Pindah Hosting WordPress ala Galuh Ristyanto diatas sebenarnya kalau saya baca-baca sendiri sedikit membingungkan. Tapi seperti cara diataslah yang saya lakukan ketika melakukan pindah hsoting yang pertama kalinya. Jika memang ingin memakai cara saya diatas, saya mau bantu. Tinggal message saya di Facebook saya, Insya Allah kalau ada waktu lenggang langsung saya bantu.
Oya, Cara Pindah Hosting WordPress ala Galuh Ristyanto ada kekurangannya. Berikut kekurangannya:
- Statistik pengunjung sebelumnya akan terhapus, karena tidak ikut dipindah.
- Karena melakukan pembuatan blog baru di hosting yang baru, otomatis perlu pergantian DNS server di hosting yang lama ke hosting yang baru, dan itu butuh waktu tapi tidak begitu lama (tergantung webhosting yang menangani domain kamu). Dan proses buat blog baru bisa dilakukan setelah proses resolve domain selesai.
- Selama pembuatan blog baru di hosting yang baru, blog kamu akan terlihat kosong seperti halnya membuat blog baru. Ini dikarenakan database blog di hosting yang lama belum di restore.
Maaf jika cara pindah hosting saya ini membingungkan. Karena saya juga bingung dengan tutorial pindah hosting yang saya temui, bahkan saya gagal melakukan pindah hosting sesuai petunjuk tutorial, makanya saya coba-coba sendiri melakukan pindah hosting, tentunya dengan berpedoman pada pengetahuan pindah hosting yang saya temui tersebut.
Tujuan saya dari artikel ini adalah sharing apa yang sudah saya lakukan. Semoga bermanfaat.
